Aku Akhirnya Berdamai, Bukan Karena Semua Selesai, Tapi Karena Aku Berhenti Melawan

 

Aku Akhirnya Berdamai, Bukan Karena Semua Selesai, Tapi Karena Aku Berhenti Melawan

Aku pernah berpikir damai itu datang ketika semua masalah selesai.

Ketika semua pertanyaan punya jawaban.
Ketika semua luka sembuh tanpa sisa.
Ketika hidup akhirnya terasa rapi dan bisa dijelaskan.

Tapi sekarang aku tahu… itu bukan cara damai bekerja.

Damai tidak datang setelah semuanya beres.
Damai datang ketika aku berhenti memaksa semuanya harus beres.

Aku terlalu lama hidup dalam kepala yang tidak pernah berhenti mencari arti.
Mencari alasan.
Mencari “kenapa”.
Mencari sesuatu yang bisa membuat semuanya terasa masuk akal.

Sampai aku sadar… tidak semua hal dalam hidup akan terasa masuk akal.

Ada kejadian yang hanya bisa diterima, bukan dipahami sepenuhnya.
Ada kehilangan yang tidak pernah benar-benar selesai, hanya berubah bentuk menjadi kenangan yang lebih tenang.
Ada versi diriku yang dulu, yang tidak lagi sama, tapi tetap layak dihargai.

Dan aku belajar untuk tidak lagi memusuhi itu semua.

Aku mulai berhenti bertanya “kenapa ini terjadi padaku?”
Dan mulai bertanya dengan lebih lembut:
“Apa yang bisa aku pelajari dari ini tanpa menyakiti diriku sendiri lagi?”

Jawaban itu tidak selalu datang cepat.
Tapi setidaknya, aku tidak lagi melukai diriku dengan pertanyaan yang sama setiap malam.

Sekarang aku lebih banyak diam, tapi bukan karena kosong.
Aku diam karena akhirnya tidak semua hal harus diselesaikan di dalam kepala.

Aku tidak lagi mengejar versi hidup yang sempurna.
Aku hanya ingin hidup yang bisa aku jalani tanpa terus merasa berperang dengan diriku sendiri.

Dan itu perlahan mengubah segalanya.

Aku mulai bisa menerima bahwa aku tidak harus selalu kuat.
Aku tidak harus selalu mengerti.
Aku tidak harus selalu tahu arah.

Aku hanya perlu tetap jujur pada diriku sendiri, bahkan di hari-hari yang tidak baik.

Dan anehnya… di titik itu, aku merasa lebih utuh dari sebelumnya.

Bukan karena semuanya selesai.
Tapi karena aku akhirnya berhenti melawan hidup yang sedang aku jalani.

Aku berdamai.

Bukan dengan dunia.
Tapi dengan diriku sendiri.

Dan itu cukup.

Komentar