Aku Akhirnya Mengerti, Tidak Semua yang Hilang Harus Kembali
Aku Akhirnya Mengerti, Tidak Semua yang Hilang Harus Kembali
Aku pernah terlalu lama menunggu sesuatu yang sebenarnya sudah pergi jauh sebelum aku menyadarinya.
Bukan pergi dengan suara keras.
Tidak ada perpisahan yang jelas.
Tidak ada kata “selesai”.
Hanya perlahan… menjadi asing.
Dan aku tetap tinggal di sana, di tempat yang sama, berharap sesuatu yang sudah berubah bisa kembali seperti dulu.
Tapi sekarang aku mulai jujur pada diriku sendiri.
Tidak semua yang hilang harus kembali.
Tidak semua yang berubah harus diperbaiki.
Dan tidak semua yang pernah indah harus dipertahankan sampai akhir.
Aku dulu berpikir bertahan adalah bentuk cinta paling besar.
Ternyata, kadang bertahan hanya membuatku lupa kapan aku mulai menyakiti diriku sendiri.
Ada hal yang tidak hancur dalam satu momen.
Ia hanya melemah sedikit demi sedikit, sampai akhirnya kita tidak lagi bisa mengenalinya.
Dan di titik itu, aku mulai berhenti bertanya “apa yang salah?”
Karena tidak semua hal rusak karena satu kesalahan.
Beberapa hal hanya… selesai dengan cara yang tidak kita harapkan.
Aku tidak lagi mencoba mengembalikan sesuatu yang sudah berubah menjadi versi yang berbeda dari yang dulu aku kenal.
Bukan karena aku tidak peduli.
Tapi karena aku mulai peduli pada diriku sendiri juga.
Dan itu terasa asing di awal.
Karena melepaskan sesuatu yang sudah lama kita genggam itu tidak pernah terasa ringan.
Tapi anehnya… setelah cukup lama, aku mulai bisa bernapas tanpa rasa sesak itu.
Aku mulai mengerti:
Melepaskan bukan berarti aku kalah.
Melepaskan berarti aku akhirnya berhenti melawan sesuatu yang tidak lagi ingin tinggal.
Dan di saat itu, tidak ada ledakan besar.
Tidak ada akhir yang dramatis.
Hanya keheningan yang pelan-pelan terasa… damai.
Aku tidak lagi menunggu yang tidak kembali.
Aku tidak lagi memaksa yang sudah berubah.
Aku hanya berjalan pelan, membawa diriku sendiri keluar dari tempat yang tidak lagi mengenalku.
Dan untuk pertama kalinya… itu cukup.
Komentar
Posting Komentar