Aku Belajar, Tidak Semua Hal Harus Dipertahankan
Aku Belajar, Tidak Semua Hal Harus Dipertahankan
Dulu aku pikir kalau sesuatu sudah aku sayangi, maka tugasku adalah mempertahankannya sampai akhir.
Aku berusaha.
Aku bertahan.
Aku mengalah lebih sering dari yang seharusnya.
Tapi semakin lama aku memaksa sesuatu tetap ada, semakin aku sadar… tidak semua hal memang ditakdirkan untuk tinggal.
Ada hubungan yang hanya datang untuk mengajarkan.
Ada perasaan yang hanya singgah untuk menunjukkan sesuatu.
Ada orang yang hadir bukan untuk menetap, tapi untuk membuat kita mengerti bagian dari diri kita sendiri.
Dan aku dulu tidak paham itu.
Aku menganggap kehilangan sebagai kegagalan.
Padahal mungkin, itu hanya bagian dari perjalanan yang tidak bisa dihindari.
Sekarang aku mulai melihatnya dengan cara yang lebih tenang.
Jika sesuatu harus terus diperjuangkan sendirian, mungkin itu bukan tempat yang tepat untuk aku bertahan terlalu lama.
Jika aku harus menghilangkan diriku sendiri demi tetap ada di dalamnya, mungkin aku sudah kehilangan diriku jauh lebih dulu.
Aku tidak lagi mengukur nilai sesuatu dari seberapa lama ia bertahan.
Tapi dari seberapa jujur ia membuatku menjadi diriku sendiri.
Dan anehnya, di titik itu aku mulai merasa lebih ringan.
Bukan karena aku berhenti peduli.
Tapi karena aku berhenti memaksa hal yang memang tidak bisa dipaksa.
Aku belajar bahwa melepaskan tidak selalu berarti kehilangan.
Kadang itu berarti… menyelamatkan diriku sendiri.
Komentar
Posting Komentar