Aku Mulai Mengerti, Tidak Semua Hal Bisa Dipahami Sekarang
Aku Mulai Mengerti, Tidak Semua Hal Bisa Dipahami Sekarang
Ada fase dalam hidup ketika aku merasa harus mengerti segalanya.
Kenapa sesuatu terjadi.
Kenapa seseorang pergi.
Kenapa aku merasa begini, bahkan ketika tidak ada alasan yang jelas.
Aku pikir kalau aku cukup berpikir keras, cukup merenung lama, semua akan masuk akal pada akhirnya.
Tapi ternyata tidak semua hal bekerja seperti itu.
Semakin aku tumbuh, semakin aku sadar bahwa ada banyak hal dalam hidup yang tidak datang dengan penjelasan yang utuh.
Ada yang hanya bisa dipahami dari jarak waktu, bukan dari banyaknya pertanyaan.
Aku dulu sering menyalahkan diriku sendiri karena tidak cepat “paham”.
Seolah-olah aku tertinggal dari orang lain yang terlihat lebih tahu arah hidupnya.
Seolah-olah ketidakpastian dalam diriku adalah sesuatu yang harus segera diperbaiki.
Tapi sekarang aku mulai melihatnya dengan cara yang lebih tenang.
Mungkin bukan aku yang lambat.
Mungkin memang hidup tidak pernah dimaksudkan untuk langsung dimengerti.
Aku belajar bahwa tidak semua jawaban datang ketika kita membutuhkannya.
Beberapa jawaban baru muncul ketika kita sudah cukup jauh dari rasa sakitnya.
Dan di titik itu, kita tidak lagi mencari untuk mengerti dengan terburu-buru.
Kita hanya… mulai menerima.
Aku juga mulai memahami bahwa tidak semua perjalanan harus terlihat jelas dari awal.
Ada jalan yang baru masuk akal setelah kita sampai di ujungnya.
Ada pengalaman yang baru terasa “berarti” setelah kita tidak lagi berada di dalamnya.
Dan itu tidak membuat semuanya sia-sia.
Itu hanya membuatnya menjadi proses.
Sekarang aku tidak lagi memaksa diriku untuk selalu punya jawaban.
Aku lebih memilih untuk jujur pada satu hal sederhana:
Aku sedang berjalan.
Meskipun belum semuanya aku mengerti.
Dan mungkin, itu sudah cukup dewasa untuk saat ini.
Komentar
Posting Komentar