Aku Tidak Lagi Menunggu Jawaban yang Tidak Pernah Datang

 

Aku Tidak Lagi Menunggu Jawaban yang Tidak Pernah Datang

Ada fase dalam hidup di mana aku terlalu sering menunggu.

Menunggu penjelasan.
Menunggu kepastian.
Menunggu sesuatu yang sebenarnya sudah lama tidak bergerak ke arahku.

Aku pikir suatu hari semuanya akan jelas.
Akan ada momen di mana aku akhirnya paham “kenapa ini terjadi” dan “apa maksudnya”.

Tapi hari itu tidak pernah datang.

Yang datang justru kelelahan yang pelan-pelan menumpuk, dari pertanyaan yang aku ulang sendiri di kepala tanpa jawaban baru.

Dan di titik itu aku mulai sadar sesuatu yang tidak nyaman tapi jujur:

Tidak semua hal akan dijelaskan.
Tidak semua orang akan memberi penutup yang kita harapkan.
Dan tidak semua cerita punya akhir yang rapi.

Aku pernah terlalu lama menunggu sesuatu yang bahkan tidak lagi berjalan ke arahku.

Bukan karena aku tidak melihat tanda-tandanya.
Tapi karena aku berharap aku salah.

Aku ingin percaya bahwa jika aku cukup sabar, cukup mengerti, cukup bertahan… sesuatu akan kembali seperti semula.

Tapi hidup tidak selalu memberi kita penjelasan yang kita butuhkan untuk bisa lanjut.

Kadang kita hanya diberi kenyataan, tanpa alasan.

Dan itu bagian yang paling sulit diterima.

Sampai akhirnya aku berhenti menunggu jawaban dari luar.

Aku mulai mencari ke dalam.

Dan perlahan aku mengerti bahwa tidak semua pertanyaan harus dijawab untuk bisa melanjutkan hidup.

Ada pertanyaan yang cukup untuk dilepaskan, bukan dipecahkan.

Aku tidak lagi berdiri di tempat yang sama, berharap sesuatu berubah dengan sendirinya.

Aku mulai berjalan, meskipun beberapa hal masih belum selesai di kepalaku.

Dan anehnya… langkah itu terasa lebih ringan daripada menunggu.

Bukan karena semuanya sudah jelas.
Tapi karena aku akhirnya berhenti menggantungkan hidupku pada sesuatu yang tidak lagi datang.

Sekarang aku mengerti:

Damai tidak selalu datang dari jawaban.
Kadang damai datang dari keberanian untuk berhenti menunggu.

Komentar